Kaca Gedung di Kepulauan Seribu

  • distributordis@gmail.com
    Kantor Pemasaran

    KANTOR BEKASI
    Ruko Vila Pekayon no 41, Jl. Ketapang Raya, Pekayon, Bekasi Kota.

  • Kaca merupakan material padat yang yakni zat cair yang sungguh-sungguh dingin, karena molekul-molekulya tertata seperti air namun kohesinya membuat wujudnya menjadi stabil dan ini terjadi karena cara kerja pendinginan yang sangat cepat.

    Penerapan inilah yang membuatnya menjadi transparan atau tembus pandang. Dengan pengertian lain, Kaca yaitu amorf (non kristalin) material padat yang bening dan transparan (tembus pandang), biasanya rapuh atau gampang pecah.

    Sifat Kaca

    Kaca yang diterapkan dalam bangunan bersifat tembus pandang sehingga ia dapat meneruskan cahaya, itu juga berarti dapat meneruskan sinar sang surya. Melainkan dalam aplikasinya tidak senantiasa diciptakan tembus pandang akan tetapi dapat juga dibuat menjadi semi tembus pandang atau sama sekali tidak tembus pandang.

    Penerapan ini dapat dilakukan dengan berbagai metode ialah dengan sengaja ketika pencetakannya ataupun memodifikasinya. Dengan merekatkan stiker atau film merupakan salah satu cara untuk membuat kaca menjadi tak transparan.

    Sifatnya yang bisa memantulkan sinar dan diwujudkan seperti apapun dia konsisten bisa meneruskan cahaya, meski akan berbeda ketajamannya antara ragam kaca yang satu dengan yang lainnya.

    Sifat yang menjadi kelemahannya yaitu mudah pecah sedangkan memang tahan kepada zat kimia. Melainkan dengan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan, kini sifat gampang pecah tersebut dapat diminimalisir.

    Semisal saja variasi kaca tempered, sebelum pecah akan mengalami perubahan bentuk terutamanya dahulu seperti melengkung atau bengkok. Sehingga variasi ini akan membuatnya lebih aman untuk diterapkan pada bangunan. Namun jangan lupa, licin juga yakni sifatnya.

    Bahan Pembuat Kaca

    Kaca diciptakan dari silikon dioksida (SiO2) atau silika, Na2O atau soda, CaO atau gamping dan sebagian zat tambahan. Temperatur lelehnya adalah 2.000 derajat celcius. Pasir kuarsa untuk membikin kaca haruslah yang hampir murni, kandungan besinya tidak boleh melebihi 0.45% sebab bisa merusak warna kaca.

    Untuk soda terutamanya didapat dari soda abu padat (Na2CO3). Sedangkan untuk gamping dari batu gamping serta gamping bakar dari dolomite. Padahal penambahan bahan-bahan tertentu bertujuan untuk memperkuat serta menambah sifat-sifatnya sehingga menjadikannya beragam ragam kaca.

    Aplikasi Kaca pada Bangunan

    Seperti yang telah diuraikan diatas bahwa sifat kaca salah satunya yakni tembus pandang, karenanya pengaplikasian pada bangunan umumnya untuk pencahayaan atau penerangan di dalam ruangan.

    Dipasang pada pintu, jendela, ataupun dengan bentuk yang lainnya, ini bertujuan untuk meneruskan sinar matahari ke dalam bangunan. Sehingga meskipun tanpa lampu ruangan akan jelas ketika siang hari. Tentu saja hal ini akan menghemat tenaga bukan?.

    Kecuali itu dengan masuknya cahaya sang surya ke dalam ruangan akan menghilangkan kelembaban. Seperti anak tangga contohnya, sebaiknya memperoleh pencahayaan yang cukup supaya tak lembab. Bila buah hati tangga acap kali dalam kondisi lemab maka akan membuatnya licin dan ini betul-betul membahayakan, apalagi jika mengaplikasikan kaca sebagai anak tangganya.

    Penerapan pada gedung bertingkat biasanya untuk menyelimutinya bagus seluruhnya maupun cuma beberapa atau hanya pada bagian tertentu saja. Gedung yang berselimut kaca akan menghadirkan kesan mewah dan megah, tentu ini akan menampilkan kesan tersendiri pada bangunan tersebut.

    Akan namun pada zaman sekarang, penggunaan pada bangunan sudah mengalami perkembangan, meski kaca masih membutuhkan bahan bangunan lain untuk menemaninya. Kaca belum dapat berdiri sendiri atau dengan kata lain belum dapat diciptakan sebagai struktur bangunan, hal ini sebab sifatnyayang mudah pecah.

    Contoh penerapan kaca dalam bangunan masa sekarang antara lain :

    Dinding Kaca
    Ketika kita berbelanja ke minimarket kerap kali kita jumpai bahwa dinding komponen depan didominasi oleh kaca, juga pada pintunya. Kaca tersebut berukuran tinggi dan berderet berjejer hingga seluas bagian depan bangunan tersebut.

    Tipe yang digunakan sebagai dinding ada yang transparan, semi transparan atau macam kaca reflektive. Penggunaan ini tergantung dari keperluan dan fungsi dari pemakaiannya. Misalnya pada dinding bukan cuma untuk eksterior saja, melainkan bisa juga dipakai pada interior bangunan.

    Semisal sebagai sekat antara ruang tamu dengan ruang keluarga, dapur dengan ruang makan, dan lain-lain, atau bisa juga diciptakan pintu pada ruang yang anda inginkan. Dinding kaca sebagai pembatas ruangan akan memberikan efek luas dan tampak menyatu karena akan menghasilkan ruangan seperti tanpa pembatas.

    Atap Kaca
    Aplikasi kaca sebagai atap lebih diketahui dengan skylight. Ketika pada zaman dulu aplikasi kaca sebagai atap sudah banyak diterapkan pada rumah-rumah, namun hanya sebatas berbentuk genteng atau yang lebih dikenal dengan genteng kaca. Tentu saja tak kuat dan gampang pecah.

    Untuk pemakaian sebagai atap bangunan tentu berbeda dengan genteng kaca, yakni dengan menggunakan variasi khusus dengan ketebalan tertentu.

    Kaca tempered ialah salah satu yang bisa digunakan sebagai atap, tetapi dalam penerapannya memerlukan rangka yang berbentuk kotak-kotak dengan ukuran tidak lebih dari 1 meter.

    Tujuan pemasangan kaca sebagai atap ini merupakan untuk menghadirkan cahaya pada ruangan di bawahnya serta untuk mendapatkan pandangan ke langit secara luas. Dikala berada di bawah atap ini tentu akan menghasilkan nuansa tersendiri, bagus ketika matahari memanaskan bumi maupun dikala bulan dan bintang menghiasi langit malam yang cerah dengan sinarnya.

    Lantai Kaca
    Kaca yang digunakan merupakan ragam laminate-double, juga diantar dengan rangka kota-kotak seperti pada skylight. Tetapi jikalau diaplikasikan sebagai lantai ukuran kotak-kotanya lebih kecil, sebab agar kuat dikala menopang muatan yang membebaninya.

    Misalnya kaca seperti ini akan memberikan kesan mewah nan elegan. Akan namun menurut aku penempatannya tak boleh sembarangan jika akan ditempatkan pada lantai atas.

    Penempatan yang sembarangan tidak akan bagus bagi anda, sebab aurat bisa menonjol dari bawah. Meski penempatan untuk lantai bawah dapat divariasi, seumpama dibawah lantai kaca dijadikan kolam ikan atau menempatan pasir pantai beserta karang dan sebagainya.

    Tangga Kaca
    Kaca yang dipakai merupakan macam tertentu dengan ketebalan tertentu pula, karena agar kuat dikala menopang bobot sebagai pijakan. Selain itu untuk pengaplikasian sebagai anak tangga sebaiknya dipadukan dengan bahan bangunan lainnya sebagai penguat, seperti menempatkan kawat pada kaca semisal.

    Tangga dengan anak tangga yang terbuat dari kaca memang memiliki kesan minimalis, elegan, serta enteng, tapi Anda juga mesti melihat keamanan dan kenyamannannya. Rangkuman-hati sebab ia juga memiliki sifat licin, keselamatan tetap hal yang utama. Karena mau menerapkan pada rumah Anda, sebaiknya konsultasikan pada ahlinya.

    Kaca bersifat mudah pecah tetapi perkembangan teknolagi membuat sifat itu bisa diminimalisir dengan menambahkan bahan-bahan tertentu. Artinya sekarang sudah tercipta beragam macam kaca, sampai menjadikannya lebih bervariasi dalam pengaplikasian sebagai bahan bangunan.

    Aplikasi kaca pada bangunan, ketika ini bukan hanya pada jendela dan pintu saja. Juga bukan untuk sekadar menyelimuti gedung-gedung tinggi, tapi sekarang lebih berkembang pemakaiannya dalam dunia bangunan. kaca yakni material yang mempunyai skor keindahan, bagus untuk eksterior ataupun interior. Sehingga ia akan selalu diperlukan dalam dunia bangunan.

    Terlepas dari segala keindahannya, kaca tetap memiliki sifat gampang pecah sehingga ini membuatnya belum bisa dijadikan sebagai struktur bangunan. Dengan perkembangan teknologi, mungkin suatu ketika bisa dijadikan struktur bangunan.