Kaca Gedung di Palangkaraya

  • distributordis@gmail.com
    Kantor Pemasaran

    PRODUK INI KOSONG!
    Anda jual produk ini? Letakkan No.Tlp Anda di Halaman Kami. Hubungi Kami ☎ 0813 3407 0056!!

  • Kaca yaitu material padat yang adalah zat cair yang sungguh-sungguh dingin, sebab molekul-molekulya tertata seperti air namun kohesinya membuat bentuknya menjadi stabil dan ini terjadi sebab pelaksanaan pendinginan yang betul-betul pesat.

    Penerapan inilah yang membuatnya menjadi transparan atau tembus pandang. Dengan pengertian lain, Kaca ialah amorf (non kristalin) material padat yang bening dan transparan (tembus pandang), umumnya rapuh atau mudah pecah.

    Sifat Kaca

    Kaca yang diterapkan dalam bangunan bersifat tembus pandang sehingga dia dapat meneruskan cahaya, itu juga berarti bisa meneruskan cahaya sang surya. Namun dalam aplikasinya tidak senantiasa dijadikan tembus pandang akan melainkan bisa juga diciptakan menjadi semi tembus pandang atau sama sekali tak tembus pandang.

    Penerapan ini dapat dijalankan dengan berbagai metode adalah dengan sengaja dikala pencetakannya maupun memodifikasinya. Dengan merekatkan stiker atau film merupakan salah satu cara untuk membikin kaca menjadi tak transparan.

    Sifatnya yang dapat memantulkan sinar dan dihasilkan seperti apa saja dia konsisten bisa meneruskan cahaya, sedangkan akan berbeda ketajamannya antara macam kaca yang satu dengan yang lainnya.

    Sifat yang menjadi kelemahannya adalah mudah pecah walaupun memang bendung kepada zat kimia. Namun dengan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan, sekarang sifat gampang pecah hal yang demikian bisa diminimalisir.

    Semisal saja jenis kaca tempered, sebelum pecah akan mengalami perubahan bentuk lebih-lebih dahulu seperti melengkung atau bengkok. Sehingga ragam ini akan membuatnya lebih aman untuk diaplikasikan pada bangunan. Tapi jangan lupa, licin juga ialah sifatnya.

    Bahan Pembuat Kaca

    Kaca diciptakan dari silikon dioksida (SiO2) atau silika, Na2O atau soda, CaO atau gamping dan sebagian zat tambahan. Temperatur lelehnya adalah 2.000 derajat celcius. Pasir kuarsa untuk membuat kaca haruslah yang hampir murni, kandungan besinya tidak boleh melebihi 0.45% karena dapat merusak warna kaca.

    Untuk soda terutamanya didapatkan dari soda abu padat (Na2CO3). Walaupun untuk gamping dari batu gamping serta gamping bakar dari dolomite. Sedangkan penambahan bahan-bahan tertentu bertujuan untuk memperkuat serta menambah sifat-sifatnya sehingga menjadikannya pelbagai ragam kaca.

    Aplikasi Kaca pada Bangunan

    Seperti yang sudah diuraikan diatas bahwa sifat kaca salah satunya merupakan tembus pandang, karenanya penggunaan pada bangunan umumnya untuk pencahayaan atau penerangan di dalam ruangan.

    Dipasang pada pintu, jendela, ataupun dengan wujud yang lainnya, ini bertujuan untuk meneruskan cahaya sang surya ke dalam bangunan. Sehingga meski tanpa lampu ruangan akan jelas ketika siang hari. Tentu saja hal ini akan menghemat energi bukan?.

    Kecuali itu dengan masuknya sinar sang surya ke dalam ruangan akan menghilangkan kelembaban. Seperti anak tangga semisal, sebaiknya mendapat pencahayaan yang cukup supaya tidak lembab. Kalau buah hati tangga kerap kali dalam keadaan lemab karenanya akan membuatnya licin dan ini benar-benar membahayakan, apalagi seandainya menerapkan kaca sebagai si kecil tangganya.

    Pemakaian pada gedung bertingkat umumnya untuk menyelimutinya bagus seluruhnya maupun cuma beberapa atau hanya pada komponen tertentu saja. Gedung yang berselimut kaca akan menghadirkan kesan mewah dan megah, tentu ini akan menampakkan kesan tersendiri pada bangunan hal yang demikian.

    Akan melainkan pada zaman kini, pemakaian pada bangunan telah mengalami perkembangan, padahal kaca masih membutuhkan bahan bangunan lain untuk memandunya. Kaca belum dapat berdiri sendiri atau dengan kata lain belum dapat diciptakan sebagai struktur bangunan, hal ini karena sifatnyayang mudah pecah.

    Contoh penerapan kaca dalam bangunan masa sekarang antara lain :

    Dinding Kaca
    Saat kita berbelanja ke minimarket kerap kita jumpai bahwa dinding bagian depan didominasi oleh kaca, juga pada pintunya. Kaca tersebut berukuran tinggi dan berderet berderet hingga seluas komponen depan bangunan tersebut.

    Ragam yang diaplikasikan sebagai dinding ada yang transparan, semi transparan atau variasi kaca reflektive. Penggunaan ini tergantung dari keperluan dan fungsi dari pemakaiannya. Seumpama pada dinding bukan cuma untuk eksterior saja, melainkan bisa juga diaplikasikan pada interior bangunan.

    Umpamanya sebagai sekat antara ruang tetamu dengan ruang keluarga, dapur dengan ruang makan, dan lain-lain, atau bisa juga diciptakan pintu pada ruang yang anda inginkan. Dinding kaca sebagai pembatas ruangan akan memberikan efek luas dan kelihatan menyatu sebab akan menghasilkan ruangan seperti tanpa pembatas.

    Atap Kaca
    Aplikasi kaca sebagai atap lebih dikenal dengan skylight. Dikala pada zaman dahulu aplikasi kaca sebagai atap telah banyak dipakai pada rumah-rumah, namun cuma sebatas berbentuk genteng atau yang lebih dikenal dengan genteng kaca. Tentu saja tidak kuat dan mudah pecah.

    Untuk pemakaian sebagai atap bangunan tentu berbeda dengan genteng kaca, ialah dengan menerapkan jenis khusus dengan ketebalan tertentu.

    Kaca tempered yaitu salah satu yang dapat digunakan sebagai atap, namun dalam penerapannya memerlukan rangka yang berbentuk kotak-kotak dengan ukuran tidak lebih dari 1 meter.

    Tujuan pemasangan kaca sebagai atap ini ialah untuk menghadirkan sinar pada ruangan di bawahnya serta untuk menerima pandangan ke langit secara luas. Saat berada di bawah atap ini tentu akan menciptakan nuansa tersendiri, baik dikala matahari memanaskan bumi maupun ketika bulan dan bintang menghiasi langit malam yang cemerlang dengan sinarnya.

    Lantai Kaca
    Kaca yang diterapkan adalah variasi laminate-double, juga ditemani dengan rangka kota-kotak seperti pada skylight. Melainkan jikalau diterapkan sebagai lantai ukuran kotak-kotanya lebih kecil, sebab agar kuat saat menopang muatan yang membebaninya.

    Umpamanya kaca seperti ini akan memberikan kesan mewah nan elegan. Akan tapi menurut aku penempatannya tidak boleh sembarangan sekiranya akan ditempatkan pada lantai atas.

    Penempatan yang sembarangan tak akan bagus bagi anda, karena aurat dapat terlihat dari bawah. Meskipun penempatan untuk lantai bawah bisa divariasi, semisal dibawah lantai kaca diwujudkan kolam ikan atau menempatan pasir pantai beserta karang dan sebagainya.

    Tangga Kaca
    Kaca yang digunakan yaitu macam tertentu dengan ketebalan tertentu pula, sebab supaya kuat dikala menyangga bobot sebagai pijakan. Kecuali itu untuk pemakaian sebagai si kecil tangga sebaiknya dipadukan dengan bahan bangunan lainnya sebagai penguat, seperti menempatkan kawat pada kaca seumpama.

    Tangga dengan buah hati tangga yang terbuat dari kaca memang memiliki kesan minimalis, elegan, serta enteng, tetapi Anda juga patut mengamati keamanan dan kenyamannannya. Ikhtisar-hati sebab dia juga memiliki sifat licin, keselamatan konsisten hal yang utama. Sebab berharap memakai pada rumah Anda, sebaiknya konsultasikan pada ahlinya.

    Kaca bersifat gampang pecah tapi perkembangan teknolagi membikin sifat itu dapat diminimalisir dengan menambahkan bahan-bahan tertentu. Artinya sekarang sudah tercipta beragam macam kaca, sampai menjadikannya lebih bervariasi dalam penerapan sebagai bahan bangunan.

    Aplikasi kaca pada bangunan, ketika ini bukan cuma pada jendela dan pintu saja. Juga bukan untuk sekadar menyelimuti gedung-gedung tinggi, tetapi kini lebih berkembang penggunaannya dalam dunia bangunan. kaca yaitu material yang mempunyai poin keindahan, baik untuk eksterior maupun interior. Sehingga dia akan senantiasa diperlukan dalam dunia bangunan.

    Terlepas dari seluruh keindahannya, kaca konsisten mempunyai sifat gampang pecah sehingga ini membuatnya belum dapat diwujudkan sebagai struktur bangunan. Dengan perkembangan teknologi, mungkin suatu dikala bisa diciptakan struktur bangunan.